SELAMAT DATANG DI BLOGGER SAYA

Rabu, 26 November 2008

Puisi Untuk Cinta

Aku takkan pernah mampu untuk berjanji
Menemani harimu hingga esok hari
Tapi jika kau terima, biarkan aku mencintaimu
Hari ini saja… dengan semua cinta yang kupunya

Aku bukanlah pengabulan dari doamu
di malam saat bintang jatuh
Tapi jika kau mau, aku dapat menjadi bintang
yang menerangi keindahanmu setiap malam

Aku takkan s’lalu bisa membahagiakan hati
Tak luput salah, mungkin ku juga menyakiti
Tapi jika kau ikhlas, cintaku takkan berbatas
Meski terkadang sakitimu, itu aku khilaf

Tidak ada komentar:

Puisi Untuk Cinta

Menghitung hari

Ditempat yang sama kuterlelap
Dinding putih tua penuh coretan
Laba- laba berlabuh berserakan
Tak sadar diri mata terpejam

Suara syahdu yang bersahabat
Sabtu minggu selalu berjalan
Coretan angka berkalikan hitam
Camkan ia jangan abaikan

Kicauan burung tanda t’lah terang
Kucoba teguh dengan catatan
Kubentuk diri untuk hadapan
Rugikan belia hasilkan impian

Menghitung hari membentuk diri
Kutak ingin ia mentertawai
Menatar hari sambil berlari
Moga kelak kan diakui...